Sejarah dan Profil Klub Sepak Bola Mitra Kukar Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

0
453

Persatuan Sepak bola Mitra Kutai Kartanegara (Mitra Kukar) adalah klub profesional yang saat ini berhasil bermain di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, klub berjuluk Barisan Kukar & Naga Mekes ini resmi berdiri pada tahun 2003.

Seperti klub lainya, Mitra Kukar juga memiliki sejarang yang sangat panjang, harus jatuh bangun klub ini untuk bisa terus eksis di kacah sepak bola Nasional dan bermain di liga tertinggi yang ada di Indonesia.

Sebelum menjadi Mitra Kukar, Klub ini bernama Niac Mitra yang bermarkas di Surabaya, jadi cikal bakal Mitra Kukar sebenarnya dari Surabaya. Cerita berawal pada 16 Juni 1983 saat klub asal London Arsenal yang saat itu sedang melakukan tur pertandingan di Asia Tenggara.

Pada kesempatan itu Niac Mitra sangat beruntung karena mendapat kesempatan berlaga dengan Arsenal yang kala itu di perkuat pemain bintangnya seperti David O’Leary, Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland dan Graham Rix.

Laga pun kala itu di saksikan sekitar 30.000 (tiga puluh ribu suporter) Hebatnya, Niac Mitra sebagai tuan rumah berhasil memenagi laga dengan skor 2-0. Hasil ini sangat luar biasa dan beritanya sampai ke penjuru Nusantara. pada tahun 1999 Niac Mitra harus terdegradasi ke Divisi Satu Liga Indonesia.

Akhirnya Niac Mitra di beli oleh pemilik Barito Putra dari Banjarmasin. Dengan kepemilikan baru, akhirnya Niac Mitra (Mitra Surabaya) di boyong ke kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Tidak hanya itu, Sejak berpindah kepemilikan Mitra Surabaya pun berganti nama menjadi Mitra Kalteng Putra.

Tidak lama berselang, tepatnya pada tahun 2001 Mitra Kalteng Putra terdegradasi ke Divisi Dua Liga Indonesia karena kesulitan Financial, alasan utamanya adalah kala itu memang sangat sulit mengatur dan menjalani roda kompetisi.

Akhirnya klub ini pun kembali berpindah markas ke Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2003 dengan status dipinjamkan. namanya pun berubah dari Mitra Kalteng Putra kemudian berganti menjadi Mitra Kukar. Hanya butuh satu musim Mitra Kukar kembali berjaya, karena pada musim 2004 mereka sukses kembali bermain di Divisi Satu Liga Indonesia.

Akhirnya pada 2005 klub ini resmi di beli Kutai Kartanegara seharga 1,5 milyar, dan pemilik sebelumnya adalah H. Sulaiman HB. Terus berkutat di Divisi utama dan kedua akhirnya pada musim 2011/2012 Mitra Kukar berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia kala itu bernama Liga Indonesia.

Berikut perjalanan Prestasi Mitra Kukar:

2015 : Juara Piala Jenderal Sudirman 2015[5]
2015 : Juara 4/Semifinalis Piala Presiden 2015
2014 : Perempatfinalis Indonesia Super League 2014
2013 : Peringkat 3 Indonesia Super League 2012/13
2012 : Peringkat 9 Indonesia Super League 2011/12
2010 : Juara III Liga Tiphone dan Tim Fair Play Divisi Utama
2009 : Peringkat 8 Divisi Utama Liga Indonesia
2008 : 8 Besar Divisi Utama + 24 Besar Copa Dji Sam Soe + 8 Besar Turnamen Liga Jatim
2007 : Empat Besar Divisi Satu Liga Indonesia (promosi ke Divisi Utama)
2006 : Peringkat 5 Divisi Satu Liga Indonesia Wilayah IV
2005 : Peringkat 6 Divisi Satu Liga Indonesia Wilayah II + 32 Besar Piala Indonesia
2004 : Peringkat 10 Divisi Satu Liga Indonesia Wilayah Timur
2003 : Tiga Besar Divisi Dua Liga Indonesia (promosi ke Divisi Satu)

Skuad Pemain Saat Ini:
Kiper: Yoo Jae-hoon,Geri Mandagi, Ravi Murdianto.

Belakang: Wiganda Pradika, Rendy Siregar, Abdul Gamal, Saepulloh Maulana, Joko Sidik, Roni Rosadi, Dedi Gusmawan, M. Rizky Ramadhan, Mauricio Leal.

Tengah: Luthfi Kamal, Danny Guthrie, Bayu Pradana, Arif Suyono, Hendra Bayauw, Andre Agustiar, Rifan Nahumarury, Ahmad Bustomi, Anindito Wahyu, Dedi Hartono, Muhammad Bahtiar, Abdul Rohim.

Depan: Fernando Rodriguez, Putra Aprilianto, Aldino Herdianto, Septian David Maulana, Rafi Mursalim.

Nah, itulah sejarah panjang klub Mitra Kukar yang bermarkas di Kutai Kartanegara, maju terus sepakbola Indonesia jadikan sepakbola Indonesia sebagai Macan Asia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here