Review Lengkap Film Aladdin 2019

0
555

Kita tidak dapat pungkiri dan patut untuk mengakui bahwa film Aladdin di versi 1992 dari Disney masih sangat dicintai masyarakat luas. Terbukti masih banyak yang mengenal sosok Aladdin, putri Jasmine, Genie, dengan lagunya A Whole New World hingga detik ini.

Patut menjadi kebanggaan, pasalnya Guy Ritche telah berani melawan tantangan dalam pembuatan re-make live action dari pop culture ini. Film yang menceritakan tentang Aladdin (Mena Massoud) sebagai pencuri dengan kehidupan yang serba ada dan ditemani oleh monyet kecil bernama Abu namun dia telah jatuh cinta pada seorang putri bernama Jasmine (Naomi Scott) dari kerajaan Agrabah saat dia bertemu dengan tidak sengaja dalam pasar. Akibat dari aksinya yang ketahuan mencuri, Jafar (Perdana Mentri Agrabah) menangkapnya dan membawa Aladdin ke dalam gua namun berisi banyak kumpulan emas. Aladdin melihat sesuatu yang aneh dalam tumpukan emas tersebut dan dia menemukan satu lampu ajaib yang didalamnya berisi Jin. Jin itu kemudian keluar dari lampu ajaib dan memberikan Aladdin tiga permintaan. Akankah Aladdin berhasil membuat Putri Jasmine jatuh cinta padanya? Temukan jawaban ini saat Anda menonton filmnya secara langsung.

Review Film Aladdin 2019

Menggunakan drama musical dengan nuansa magic

Tidak untuk melebihkan film Aladdin ini yang bisa dikatakan jadi live action terbaiknya Disney saat ini, setelah film Beauty and the Beast (2017) lalu. Film Aladdin ini mempertontonkan aksi yang lebih meriah dan juga terdapat petualangan fantasi sebagai drama musical yang penuh dengan kelucuan. Bisa dikatakan bahwa Film Aladdin tidak terlalu ramai melakukan promosi seperti halnya film Marvel, meskipun ini masih satu atap dengan Mickey. Mungkin bisa dibilang tidak ada yang mau berekspektasi besar-besaran pada film yang satu ini. Namun sangat beruntung, film yang dibuat oleh Richie tidak membuat penonton kecewa.

Ritchie tidak ingin melihat para penontonnya hanya merasa bernostalgia dengan film versi sebelumnya di tahun 1992 lalu. Namun Richie sadar betul bahwa film Aladdin yang dibuatnya jauh lebih modern, tampil baru, dan patut untuk dapatkan apresiasi yang tinggi. Akan tetapi, berbicara soal gambaran stereotip pada budaya Arab pada soundtrack lagu Arabian Nights dirasa memberikan konotasi yang didengar kurang baik. Meskipun bisa dikatakan sangat segar, namun pada akhir cerita di film ini terasa kurang klimaks. Hal ini karena Ritchie mempertahankan materi pada film aslinya. Meski sangat berbeda dari film animasinya, Ritchie lebih cenderung mengangkat konflik yang terjadi di masyarakat dari pada suatu suku atau ras. Namun dalam film Aladdin ini cenderung menyorot pada ketulusan perilaku sesama manusianya.

Menempatkan karakter pemain yang sesuai

Ritchie sangat paham betul tentang materi asli dari film ini yang akan dibuatnya jauh lebih modern. Untuk itu dia benar-benar fokus dalam memilih bintangnya. Mena Massoud sangat sesuai untuk memerankan karakter Aladdin, dan ini telah membuka jalan bagi dirinya dalam kancah perfilman Hollywood. Sedangkan peran Jasmine dimainkan oleh Naomi Scott yang menjadi bagian paling penting dalam film ini. Kita tahu bahwa sosok Jasmine dalam film Disney tergambarkan sangat feminim, bahkan dia menolak untuk dinikahkan dengan pangeran. Hal tersebutlah yang menjadikan film ini sangat kuat dengan karakternya dan terbilang sangat modern untuk film-film saat ini.

Scott dan Chemistry Massoud berhasil dengan sempurna dalam membawakan perannya di dalam film Aladdin dengan penuh emosional. Tidak Cuma itu, peran dari karpet ajaib dan juga Abu dibuat sangat berkarakter. Sangat lengkap berkat adanya Genie yang diperankan oleh Will Smith, hal ini telah membawa energy yang menyenangkan dari awal film, akan tetapi efek dari CGI masih terasa sangat kurang dalam film ini. Mungkin karena lebih berfokus pada sosok Jasmine dan Aladdin. Ada juga sosok jafar yang sebagai villain masih sangat kurang karakternya seperti kurang diperlihatkan dan kurang terlihat galak. Melihat dari itu semua, bahwa setiap karakter punya peran yang sama dalam film ini yaitu punya konflik yang terasa nyata.

Mendorong cerita melalui Visual dan Scoring

Dapat dikatakan menjadi sebuah ekspektasi dimana ada beberapa adegan dalam film Aladdin ini seperti adegan dalam film-film Hollywood. Hal ini dikarenakan adanya tarian yang menggunakan kostum meriah. Namun hal tersebut akan terbantahkan saat Anda melihat langsung. Sangat sempurna dalam pemilihan desain kostum dan produksinya karena terlihat mewah. Hal ini dapat Anda lihat pada saat adegan di dalam gua, dalam istana Agrabah, pada lingkungan penduduk, dan lainnya. Pada setiap bagian adegan film Aladdin ini, akan terlihat visual yang sangat berkilau.

Lucu, mengagumkan, dan membuat tertawa lepas

Meski telihat sempurna film Aladdin ini, namun nyatanya masih ada beberapa kekurangan yang bisa diterima oleh masyarakat. Karena sudah sangat baik membuat film yang diangkat dari sebuah film animasi itu tidak mudah, namun ini mengagumkan. Anda juga akan dibuat tertawa lepas, dan penuh kelucuan yang tidak akan berakhir pada beberapa adegan dalam film ini. Karena Ritchie tidak membuat terlalu jauh dari apa yang kita pikirkan juga, termasuk dari Disney sendiri. Untuk itu, melalui cara yang sama Disney tidak terlalu melebar jauh dari harapan kita di film Aladdin ini dan itu sangat pas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here