Begini Dampak Covid-19 Terhadap Pariwisata di Jawa Barat

0
157

Ragam keindahan serta budaya adalah hal terlintas ketika membicarakan provinsi Jawa Barat. Di bagian perkotaan kita akan menemui Saung Angklung Udjo. Selain itu, di bagian Kota Cimahi terdapat Wisata Alam Kampung Adat Cirendeu. Jika bergeser ke Kabupaten Bandung, Bandung Barat, serta Sumedang terdapat banyak wisata alam yang dapat dinikmati. Tak ayal tempat ini selalu menjadi incaran wisatawan untuk menghabiskan waktu berlibur di akhir pekan atau ketika libur panjang. Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegara pun acap kali memadati wisata Jawa Barat.

Imbas Covid-19 Pada Pariwisata di Jawa Barat

Pandemi Covid-19, sejak kemunculannya di Indonesia pada Maret 2020 telah melemahkan ekonomi segala sektor, terlebih pariwisata. Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang terdampak. Diketahui terjadi penurunan sekitar 16 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke wisata Jawa Barat.

Jika ditotal secara keseluruhan, baik wisatawan domestik atau mancanegara, penurunan kunjungan wisatawan yang terjadi diperkirakan hingga 80 persen. Penurunan jumlah wisatawan pun berdampak ke berbagai aspek pada sektor wisata, diantaranya:

  1. Merumahkan Pegawai

Jawa Barat setidaknya telah merumahkan 48.289 tenaga pariwisata hingga Mei 2020. Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Kemenparekraf, menyebutkan bahwa tenaga kerja tersebut rata-rata bekerja pada bidang destinasi wisata (5179), pekerja bidang hotel (12.143), pekerja bidang usaha resto (1.179), pekerja ekonomi kreatif (14.991), pekerja bidang biro perjalanan (1.107), serta pekerja seni budaya (14,721). Hal ini berimbas pada melemahnya tingkat konsumsi di daerah terdampak.

  1. Menutup Usaha

Jawa Barat sendiri memiliki banyak usaha yang berbentuk UMKM. Usaha ini biasanya memenuhi sektor penjualan makanan, biro perjalanan, serta industri rumahan lainnya. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, terdapat 2.768 usaha pariwisata Jawa Barat yang tutup akibat wabah Covid-19.

  1. Memberlakukan Peraturan Tertentu

Setelah sempat ditutup pada 3 bulan awal pandemi ini berlangsung, Pemerintah Jawa Barat melalui pengelola wisata mulai melakukan pemulihan akibat virus Covid 19. Pada beberapa daerah, wisata Jawa Barat kembali dibuka sejak 14 Juni 2020, setelah PSSB berakhir. Daerah Pangandaran telah membuka kunjungan wisata Pantai Pangandaran dengan membawa beberapa persyaratan, diantaranya melampirkan surat sehat serta membawa hasil rapid test. Sedangkan beberapa wisata di Subang masih memberlakukan penutupan sementara. Selain itu, 14 kabupaten kota di daerah Jawa Barat menggunakan pemberlakuan sanksi pada pelanggar aturan.

  1. Perubahan Strategi Wisata

Banyaknya daerah Jawa Barat yang berada pada zona biru membuat pemerintah menjalankan adaptasi atas keadaan yang baru ini, termasuk dalam sektor wisata. Hal ini diupayakan dengan adanya protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19. Selain itu, tempat wisata di Jawa Barat disarankan untuk menunjuk Manajer khusus untuk menangani perihal pengaturan selama pandemi.

  1. Penghentian Pembangunan Tempat Wisata Baru

Beberapa tempat wisata Jawa Barat harus terhenti selama masa pandemi, seperti pembangunan Kawasan wisata baru Pangandaran, Geopark Ciletuh Sukabumi, serta Desa Digital. Pemerintah pun merencanakan akan melanjutkan pembangunan di tahun 2021.

Pemerintah Jawa Barat terus mengupayakan perbaikan ekonomi, terlebih pada sektor wisata Jawa Barat. Pemerintah Jawa Barat sendiri telah membagi 3 fase berkaitan dengan pemulihan ekonomi sektor pariwisata. Pada Maret – Juni yang lalu merupakan fase tanggap yang dilalui dengan penutupan beberapa tempat wisata. Pada Juni – Desember merupakan masa recovery. Selain itu, pemerintah mengharapkan pada 2021 sudah dapat menjalankan normalisasi pada seluruh sektor wisata di Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here